Tertunda

Ada satu kebiasaan yang sampai hari ini belum berubah.

Duduk sendirian di sebuah restoran kopitiam, memesan segelas teh tarik manis, lalu membiarkan waktu berjalan pelan. Di tengah hiruk pikuk orang-orang yang datang dan pergi, selalu ada ruang untuk berdialog dengan diri sendiri.

Kali ini tempatnya berbeda.

Bandara Jakarta.

Seharusnya hari ini jadi salah satu hari yang menyenangkan. Hari yang sudah cukup lama kutunggu. Rasanya seperti sedang membuka bab baru dari beberapa rencana yang akhirnya akan diwujudkan bulan depan.

Setidaknya, itu yang kubayangkan.

Ternyata semesta punya jadwalnya sendiri.

Beberapa rencana yang sudah kami susun akhirnya harus ditunda. Tidak ada yang benar-benar salah. Hanya saja waktunya belum berpihak.

Aku tidak bisa bilang kecewa.

Lebih tepatnya... sayang saja.

Karena kadang yang membuat sebuah perjalanan terasa menyenangkan bukan hanya tempat yang dikunjungi, tetapi juga orang yang diajak berbagi perjalanan itu.

Belakangan ini aku memang cukup sering membicarakan tempat ngopi, spot foto dan tempat untuk menguji adrenalin

Kami sama-sama suka mencoba tempat baru, mengobrol tentang banyak hal, sesekali membuat rencana yang terdengar spontan tapi entah kenapa selalu berakhir menyenangkan.

Dia juga salah satu orang yang seru diajak berdiskusi. Cerdas, santai, dan... ya, kadang masih sedikit udik. Mungkin justru itu yang membuat semuanya terasa ringan.

Ada cukup banyak wishlist yang sudah kami buat untuk bulan depan.

Beberapa tempat yang ingin didatangi.

Beberapa pengalaman yang ingin dicoba.

Sayangnya, semua itu harus menunggu.

Ada urusan yang tiba-tiba datang dan harus ia selesaikan lebih dulu.

Yang membuatku agak melow bukan karena rencananya batal.

Tapi karena semuanya terjadi begitu mendadak.

Tanpa aba-aba.

Awalnya agak kaget.

Tapi kupikir, memang tidak semua hal dalam hidup datang sesuai ekspektasi. Ada kalanya kita hanya perlu menerima bahwa beberapa rencana memang harus diberi jeda.

Untuk sekarang, aku akan tetap menjalani hari-hariku seperti biasa.

Melanjutkan pekerjaan, mengerjakan tugas akhir, menikmati perjalanan yang masih bisa kunikmati, dan menyimpan daftar wishlist itu untuk nanti.

Semoga semua urusannya berjalan lancar.

Semoga apa pun yang sedang dihadapinya segera selesai dengan baik.

Aku percaya, setiap penundaan selalu membawa alasan yang mungkin baru kita pahami belakangan.

Dan soal daftar perjalanan itu...

Aku rasa tidak ke mana-mana.

Hanya menunggu waktu yang lebih tepat untuk dicentang satu per satu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2025: Tahun berhenti mengejar sempurna

betrayed

Do it for her.