Do it for her.
satu waktu aku menatap foto-foto kecil itu.
dia sangat percaya diri, menyenangkan dan sangat mahir berselfie.
wajahnya yang belum tau bagaimana rasanya kehilangan.
tatapan yang belum belajar bagaimana cara menurunkan ekspektasi.
dan hati yang dipenuhi banyak mimpi.
di masa itu, dia sama sekali tidak meragukan semua mimpinya.
seiring waktu, dunia mengajarkan banyak hal.
cara bertahan.
cara beradaptasi.
dan cara menjadi "masuk akal".
aku menyebutnya " Tumbuh Dewasa".
padahal disaat yang sama, aku ternyata mulai menjauh dari diriku sendiri.
aku pikir jiwa kecil itu sudah jauh pergi-
tertinggal di masa lalu, dalam kenangan.
dan di foto yang hanya dilihat sesekali.
oh ternyata tidak.
dia masih ada, masih hidup.
masih tinggal di dalam diriku sampai detik ini.
dia muncul di momen-momen senyap.
saat dalam hati aku bertanya apakah semua usaha ini akan sepadan.
saat tubuh lelah, ternyata hati jauh lebih lelah.
saat aku ingin berhenti karena merasa terlalu lama menahan.
dan setiap momen itu terjadi, ternyata dia tidak menuntut apa-apa.
dia tidak memaksa.
dia tidak menyalahkan.
dia hanya mengingatkanku pada satu hal sederhana:
bahwa dulu aku pernah bermimpi tanpa rasa takut.
"Tumbuh Dewasa" ternyata bukan tentang mematikan semua mimpi kecilku.
mungkin tetapi tentang memilih:
apakah aku akan terus menganggap bahwa mimpi kecilku sudah usang.
atau akhirnya berani menepatinya pelan-pelan.
hari ini aku menempelkan foto-foto kecilku bukan hanya untuk nostalgia.
tapi juga sebagai pengingat bahwa ada janji yang belum selesai.
bukan hanya untuk aku hari ini.
tapi juga untuk dia.
versiku yang dulu percaya bahwa hidup bisa lebih dari sekedar bertahan.
karena dia masih ada dalam diriku.
masih berharap
dan masih percaya.
she is still inside you.
do it for her.
Komentar
Posting Komentar