malam menuju jumat






jum'at dini hari, tepatnya jam 1.22 ini rasanya ingin bicara dan teriak sejujurnya. bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri.  bukan terpaksa tapi dengan kesadaran diri. 

    menjadi satu harapan untuk sesuatu yang bisa dibanggakan. semua hal rasanya sangat mengikat bahkan mencekik, dan akhirnya membuat sesak. selalu ada 2 pilihan, mau talinya dilepas atau ingin terus diikat?  mau stop atau terus jalan? atau mau cepet atau lambat? tapi pernah gaksi ada yang nanya "kamu maunya gimana?" "kamu nyaman gak?" atau ''kamu bahagia gak?'' pertanyaan common tapi sangat bermakna yang kita bisa jawab tanpa ada batasan pilihan. 

    hakikatnya hidup akan selalu menjadi misteri. kita akan selalu mengalami peristiwa diluar dugaan bahkan diluar nalar sekalipun. tapi kadang kita terlalu takut untuk menjadi orang yang mengecewakan, dan pada akhirnya kita gakbisa untuk ungkapin sesuatu yang sebetulnya bisa menjadi jembatan kamu untuk bisa jadi yang dibanggakan. 

    mulai dari sekarang, apa bisa pilihan maupun keputusan itu hanya kita sendiri yang bisa tentukan?sebetulnya kamu mau jadi orang yang yang membanggakan untuk orang lain atau diri sendiri? ada keberanian gak untuk menerima dan menolak sesuatu?. karna konon katanya orang yang sayang dan peduli akan selalu menerima apa yang menjadi pilihan kamu, mmmm what u think?

    disini pun sadar. semua hal yang terjadi selama ini mungkin akan menjadi hal yang paling dirindukan kelak. nanti pada saatnya sesuatu maupun seseorang yang berharga akan meninggalkan, atau malah kita yang meninggalkan duluan, we never know.. but ironinya kita malah merasa menjadi manusia yang jauh dari perasaan dicintai.. apa jadinya kalo hidup tanpa mereka? ah sialan manusia tidak tahu diuntung.

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pinicha's birthday letter

betrayed

Si Rebel Baik Hati