2025: Tahun berhenti mengejar sempurna
2025 menjadi salah satu tahun yang membawa diriku terjun ke dunia yang penuh tantangan. Tidak sedikit obstacles yang aku hadapi sejauh ini, dan meski prosesnya tidak mudah, here I am —masih berdiri, masih berjalan. Ketidaksempurnaan caraku menghadapi terjalnya kehidupan selama setahun ini justru menciptakan satu kesadaran penting: aku manusia, selayaknya manusia. Sebagai seorang perfeksionis, aku mulai switching mindset bahwa tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, begitu pula dengan proses hidupnya. Terdengar naif, mungkin. Karena sering kali kalimat “ya namanya manusia nggak ada yang sempurna” hanya berhenti sebagai ucapan belaka. Simple, tapi jarang benar-benar dipahami maknanya—termasuk olehku. Pada akhirnya, semua kembali pada waktu. Butuh waktu bagiku untuk benar-benar mengenali dan memahami arti dari nothing is perfect . Penerimaan bahwa diri ini tidak sempurna ternyata cukup tricky, apalagi di tengah kehidupan saat ini yang dipenuhi budaya validasi. Memang b...